Segerombolan anak muda menembus malam Jakarta menuju sebuah bangunan yang dahulu merupakan gedung Staadhuis yang berdiri pada tahun 1620. Mereka telah membawa sebuah “keberuntungan” sejak memutuskan untuk berangkat menuju gedung besar yang didirikan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen itu. Bahkan ketika gedung tersebut telah tertutup untuk umum karena telah melewati jam buka, mereka pun akhirnya dapat memasuki halaman bagian dalam gedung dan bertemu dengan Hermes, Dewa Keberuntungan.
Mereka adalah Gank Hermes! STOP!! Gank ini bukan pengagum Manohara dengan koleksi tas hermes-nya serta bukan pula segerombolan anak muda pengagum fashion high end branded nan modis (tentu saja eksis!). Mereka mencoba untuk mencintai sejarah!
Berawal dari notes dari seorang Fajar Nugros (serial Hermes Loves Story), masing-masing dari mereka membaca, berkomentar, memberikan jempolnya, dan mengikuti kisah Adriana-Mamen-Sobar serta menebak-nebak setiap teka-teki yang sanggup membuat migren kepala, hingga akhirnya mereka dengan bangga membuat sebuah komunitas.
Di dalam group Facebook, komunitas tersebut diberi nama The Gank Hermes (Common Interest – History). Dan, saya adalah salah satu dari anggota The Gank Hermes. YAHA!!
Apakah perlu hafal mampus sejarah Bangsa Indonesia dari jaman pra sejarah hingga jaman SBY berkuasa untuk bergabung dengan The Gank Hermes? Bahkan saya pun baru tahu jika Patung Pancoran itu mempunyai nama lain Patung Dirgantara setelah bergabung dengan komunitas ini.
Dan, saya pun mulai membaca wikipedia kembali… Hihihi
Setelah kisah demi kisah berlanjut, sebuah ide datang untuk mengadakan perjalanan menuju Hermes! YAHA …
@@@
Segerombolan anak muda itu memasuki sebuah gerbang kayu yang dirantai. Satu per satu dari mereka menerobos ruang yang tercipta dari dua pintu yang tidak tertutup rapat.
Kami mau melihat Hermes, Pak!!
Saya bersama segerombolan anak muda tadi memasuki sebuah tanah lapang dan menemukan sebuah patung bertubuh mungil namun atletis dengan sebuah helm bersayap di atas kepalanya yang berfungsi untuk melindungi kepala patung telanjang ini. Matanya mendongak mengikuti tangan kanan yang menunjuk angkasa. Sedangkan di mata kakinya terdapat sayap kecil. Patung itu berpijak di atas bola dengan kaki kanan ditekuk dan tangan kirinya memegang tongkat sayap berornamen dua ekor ular melilit.
Dia lah Hermes!! Dewa Hermes dalam mitologi Yunani merupakan Dewa keberuntungan, pelindung kaum pedagang, dan Dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Ia merupakan dewa penolong bagi Odiseus ketika terjebak pada sebuah pulau.
Keberadaan patung Hermes di bagian taman dalam museum sejarah Jakarta berasal dari pemberian keluarga Ernst Stolz sebagai tanda terimakasih kepada pemerintah Batavia atas kesempatan yang diperolehnya untuk berdagang di Hindia Belanda.
Sebenarnya lokasi Patung Hermes sebenarnya tidak berada di Museum Sejarah Jakarta, namun berada di bibir Jembatan Harmoni. Patung itu ada di sisi kiri, dari arah Jalan Hayam Wuruk, dan tentunya di sisi kanan dari arah sebaliknya, sehingga pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor masih bisa memandang patung perunggu tersebut.
Patung Hermes tersebut sempat hilang pada 20 Agustus 1999 sebelum akhirnya ditemukan dengan posisi patung itu miring ke arah kali akibat penyangganya ditabrak mobil. Patung tersebut lantas dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan di tempat awal Hermes berada dibangun sebuah patung replika Hermes oleh seniman patung asal Yogyakarta, Arsono dengan biaya pembuatan patung sebesar Rp 150 juta.
Kebaradaan Hermes di Jakarta memang akrab dengan kekerasan. Sebelum menghilang, patung perunggu seberat 70 kg yang sepuluh tahun lalu berharga sekitar Rp. 1 Milliar di Pasar Singpura ini sempat dirusak dan digores oleh tangan-tangan jahil. Bahkan salah satu tangannya sempat putus. Padahal sejak 1975 patung ini sudah dilindungi undang-undang kepurbakalan dan resmi menjadi milik Pemda DKI.
@@@
Malam itu Hermes telah menyambut kedatangan segerombolan anak muda yang berusaha mencintai sejarah, terutama sejarah bangsanya sendiri.
Keberuntungan ternyata telah bersama kami.
Notes:
- Cek our blog di WORDPRESS.
- Kami sedang membuat sebuah cerita berseri berjudul Hermes Café yang ditulis bergantian oleh teman-teman di Gank Hermes, termasuk saya! Silakan ikuti kisahnya.
- Berkat Gank Hermes ini, saya pun menjadi bersemangat kembali untuk membaca dan menulis. Thx, guys!
- Ada yang bilang, “If you want to understand today, you have to search yesterday”. Yaps … saya bakal sering-sering membuka wikipedia, lalu gak hanya beli buku-buku fiksi, dan tidak hanya sekedar berfoto-foto ketika jalan-jalan.