Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryOct 15, '09 5:12 AM
for everyone
Setelah puas berfoto beraneka macam gaya di pura, kami bersembilan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. "Lukman Sardi" tetap setia menunggu sambil ngobrol dengan penduduk lokal. Setelah kami memasuki angkot, dia pun memacu pelan angkotnya menuju curug nangka!


@@@


Perjalanan dari pura menuju curug nangka tidak memakan waktu yang lama. Setelah melintasi beberapa vila, kami berhenti di sebuah pintu gerbang curug nangka yang begitu ramai dengan manusia, kebanyakan dari mereka menggunakan busana muslim lengkap dengan sarung dan koko. (jangan-jangan bakal ada audisi 'pengantin'? hihihi)


Sepertinya kawasan curug nangka ini memang digarap sebagai obyek wisata karena terdapat sebuah loket penarikan retribusi sebelum memasuki kawasan ini. Angkot yang kami tumpangi pun menembus pintu gerbang setelah membayar tiket masuk. Beberapa motor pun tampak menyemut di depan. Angkot pun berhenti. Dan, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang menanjak sambil berfoto ala film bollywood. Hihi.



Dengan sedikit ngos-ngosan kami melewati pohon pinus yang berjajar dan warung-warung yang berjualan di sisi kanan dan kiri jalan, lalu kami menemukan air mengalir yang cukup bening namun juga cukup kotor dengan sampah di sana sini. Beberapa dari kami pun mulai menceburkan kaki masing-masing dan kamera siap menangkap setiap senyum ... satu ... dua ... tiga ... JEPRET!!



Dari tempat kami duduk menikmati pemandangan yaitu di sekitar jembatan bambu, kami bisa menyaksikan sebuah curug tidak terlalu tinggi memuntahkan air jernih hingga sampai di tempat kami duduk. Beberapa anak kecil bermain peresotan di atas sana, di tempat air itu turun.


Bebarengan dengan santri-santri yang berjalan menuju curug yang tidak terlalu itu itu, saya dan tiga orang teman saya (arief, dita dan ria) ternyata juga memutuskan untuk melihat curug dengan lebih dekat. Bagian atas dari curug ini seperti sebuah aliran sungai sehingga saya pun berpikir bahwa masih ada curug lain di tempat yang lebih tinggi.


Setelah cukup puas menikmati bagian atas curug, kami berempat pun memutuskan untuk kembali bergabung dengan rekan yang lain, namun kami kebingungan bagaimana cara kembali menuju bawah! Hahaha.


Dengan susah payah menurunin batuan demi batuan yang licin akhirnya kami sampai di bagian bawah dari curug, sebuah kolam yang sepertinya tidak terlalu dalam yang digunakan sebagai "landasan" bagi anak-anak yang bermain perosotan. Namun, perjuangan belum berakhir. Kami masih harus menuruni satu bagian lagi untuk menuju tempat yang lebih datar di sekitar jembatan bambu.


Kami pun menyeberangi arus air, karena jalan yang kami tempuh sebelumnya buntu dan harus nyebur ke kolam. Satu per satu dari kami pun melintasi aliran arus air. Dua orang dari kami (Arief dan Dita) telah sukses berdiri di sisi atas dari kolam tiba-tiba saja sedikit panik karena mendapati seorang anak kecil yang minta tolong dengan bahasa sunda.. Arief terlihat ingin menolong. Sedangkan saya sendiri menerjemahkan permintaan tolong itu kayak gini, "tolong ... ada teman saya tenggelam kehabisan nafas di dalam kolam". Hihihi.


Ternyata setelah ditemukan "mesin penerjemah bahasa sunda", Arief pun membantu mengangkat anak kecil tadi dari pinggiran kolam yang berbatu. Ternyata usut punya usut, si anak kecil tadilah yang kehabisan nafas. Dong .. Dong ... Dong ...


Selesai kepanikan dengan anak kecil, Saya dan Ria melintasi aliran sungai, namun ketika Ria ingin beranjak dari aliran sungai menuju batuan di atasnya tiba-tiba dia terpeleset.

-nah di atas rerumputan itulah tkpnya-

"Kamera ku ... Kamera ku ...". Ria berteriak histeris sambil di pegang oleh Arief, sedangkan saya sanggup menyamber backpack Ria.


Dengan sedikit kepayahan, akhirnya Ria sanggup beranjak dari zona kepleset dengan celana basah plus hadiah ijo-ijo dari para lumut. Kamera yang menjadi barang paling berharga karena terlontar pertama kali dari mulut Ria setelah kepleset pun bisa diselamatkan. Huwahahahha!!

-lihat deh celana siapa yang paling kotor^^-

Dan, sepanjang perjalanan kembali dari zona kepleset hingga bertemu rekan-rekan yang lain, bahkan hingga kota bogor, Ria pun menjadi bintangnya, karena hanya dia yang berganti kostum dengan rok warna hijau kayak anak sma!! Hihihi.  Kamera ku ... Kamera ku ...Hahaha.


Sebelum kembali menuju Jakarta, kami  menyempatkan diri mengisi perut kosong di daerah suryakencana.


Dengan menumpang kereta AC Ekonomi kami meneruskan perjalanan untuk kembali menuju ibukota. Wajah-wajah kelelahan nampak menghiasi. Namun, senyum ceria tak bisa ditutupi. Sebuah perjalanan seru baru saja dilewati. Terima kasih, temans!

-ada yang ganti kostum kan? hihihi-

-nampang di terowongan manggarai sebelum menuju halte busway-

-grup bintaro menutup hari dengan ngankring-


@@@

So, Next destination?

@@@

* Cerita Kuliah Minggu di Kampung Budaya Sindangbarang ada DI SINIFOTO ada di SINI.
** Cerita Perjalanan di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta dan pertemuan dengan "Lukman Sardi" ada DI SINI & FOTO ada DI SINI.
*
**Setelah siang ini melakukan googling, ternyata di kawasan curug nangka ini terdapat 2 buah curug lainnya, yaitu curug daun dan curug kawung yang berada lebih jauh dari curug nangka.
**** Foto-foto lain dari Curug Nangka ada DI SINI.





17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
salimdarmadi wrote on Oct 15, '09
Asyiknya yang jalan-jalan teruuuss... :D
dansapar wrote on Oct 15, '09
Asyiknya yang jalan-jalan teruuuss... :D
sebenernya masih dalam 1 hari dengan jalan2 ke sindang barang ma pura parahyangan itu kok, mas^^
salimdarmadi wrote on Oct 15, '09
sebenernya masih dalam 1 hari dengan jalan2 ke sindang barang ma pura parahyangan itu kok, mas^^
Wah, dalam sehari bisa langsung ke beberapa tempat ya? Kirain besoknya...

Moga bisa nyusul juga jalan-jalan ke sana...
wicakz wrote on Oct 15, '09
Bogor emang ajib..halah..hhe
theonenoerazhka wrote on Oct 15, '09
Tokoh utama di postingan ini : RIA !!
Hehehehe .. :)
ndahdien wrote on Oct 15, '09
perjalanan 1 hari bisa jadi bahan cerita 1 buku dengan banyak bab dan lampiran
kwekweeekkkkk.....
manthabs pk penulis
lanjutkan!! (dah gak musim kali yeee)
bdyshp wrote on Oct 15, '09
kameraku..kameraku..
caturhp wrote on Oct 15, '09
yang dibalik pohon potonya cakep mas
caturhp wrote on Oct 15, '09
sayang tuh potonya ada yang blur
dansapar wrote on Oct 15, '09
Wah, dalam sehari bisa langsung ke beberapa tempat ya? Kirain besoknya...

Moga bisa nyusul juga jalan-jalan ke sana...
lokasinya cukup berdekatan sih, mas
jadi dibablaskan saja^^
dansapar wrote on Oct 15, '09
wicakz said
Bogor emang ajib..halah..hhe
termasuk ajib dl hal angkotnya ...
byk bgt ... hehehe
dansapar wrote on Oct 15, '09
Tokoh utama di postingan ini : RIA !!
Hehehehe .. :)
hahahhaa
dia menjadi bintang^^
dansapar wrote on Oct 15, '09
perjalanan 1 hari bisa jadi bahan cerita 1 buku dengan banyak bab dan lampiran
kwekweeekkkkk.....
manthabs pk penulis
lanjutkan!! (dah gak musim kali yeee)
huwakakkaka
soalnya setiap tempat ada keunikan2 sendiri
jd dibikin 3 cerita
dan 3 album foto saja^^

ini blm termasuk postingan tentang budget dan rute^^
huahahhaha
dansapar wrote on Oct 15, '09
caturhp said
yang dibalik pohon potonya cakep mas
kayak pelem2 india
acha acha
=D
dansapar wrote on Oct 15, '09
caturhp said
sayang tuh potonya ada yang blur
ada beberapa nih yg nge blur
hehehhe
pas moto menggigil kedinginan klai ya^^
ndiet wrote on Oct 15, '09
ahahaha... aku selalu inget moment ini karena dgn 2 kamera ditangan, aku cuman bisa ikut sumbangsih teriak2, "Ria.. Ria.. Ria.."
dansapar wrote on Oct 15, '09
ndiet said
ahahaha... aku selalu inget moment ini karena dgn 2 kamera ditangan, aku cuman bisa ikut sumbangsih teriak2, "Ria.. Ria.. Ria.."
dan tetp g mengabadikan momen itu ...
-gk tega ya?-

xixixixi
Add a Comment