Bingung mau cerita dari mana.
Cerita ini berawal dari tahun 2008, tahun dimana banyak terjadi kawin cerai dan kawin cerai. [jadi ingat mama lorens]. Hihihi.
Saat saya butuh sesuatu yang berbeda dan gak lumrah datangnya tawaran dari emak saya yang sekarang gak mau dipanggil emak [katanya keliatan makin tua, hihihi, ya udah sekarang dipanggil umi aja deh! plakkkkk]. Emak itu adalah teman saya ngeblog selama 20 tahun [super lebai], dia mengajak saya untuk hijrah ke bangkok! WOW …
Saya kaget tapi gak perlu make jumpa pers.
Sebuah tawaran yang sungguh menggiurkan tapi saya sadar bahwa tawaran itu akan membawa efek yang kurang baik kepada perkembangan gizi saya di tahun depan! Haha. Miskin … miskin deh!
Setelah semedi tujuh purnama dengan mandi kembang tengah malam [ngibul dot com] dan pertimbangan yang masak masak buah pepaya, akhirnya … [coba tolong ucapkan ala caroline zachrie ya!] anak manusia tersebut akan masang muka ganteng di sepanjang jalanan bangkok bersama para gajah tentunya. Hohoho.
Setelah saya terima akad perjanjian untuk trip ke bangkok, hati saya berdegap kencang, dag dig dug mobil butut. Segala perasaan bercampur aduk, antara bingung, gelisah, senang, gak tau mo ngomong apa, sampai hampir tiap hari bengong kek orang bego. Apalagi trip kali ini bener-bener hanya segelintir orang deket saja yang tahu, bahkan keluarga pun gak ada yang tahu! Ada alasan mengapa saya tidak memberitahu keluarga. Hiks.
Dan bajaj pun terus berlalu, pagi menyambut, musim pun berganti hingga tiap hari jalanan tergenang dan bau basah akan sering menemani. Thailand pun menanti …
Bersambung …
*terkadang ada orang yang ngebet beli apel digigit tapi ada pula orang yang lebih senang gigit apel di tempat antah berantah=). Tapi lebih seru lagi ngenet dengan apel digigit sampel ngigit apel di Timbuktu [di sana ada apel gak ya?]. Hihihiihihi.